Bupati Kotabaru menghadiri Focus Group Discussion (FGD) strategis terkait perkembangan pembangunan Jembatan Pulau Laut yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (29/4/2026). Kegiatan berlangsung di lokasi proyek PT PP kawasan Tanah Merah, Kabupaten Tanah Bumbu.

KOTABARU, penabanua.com 
– Bupati Kotabaru menghadiri Focus Group Discussion (FGD) strategis terkait perkembangan pembangunan Jembatan Pulau Laut yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (29/4/2026). Kegiatan berlangsung di lokasi proyek PT PP kawasan Tanah Merah, Kabupaten Tanah Bumbu.


FGD ini menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN), khususnya pembangunan Jembatan Pulau Laut. Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Setda Tanah Bumbu, tenaga ahli gubernur, perwakilan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan, perwakilan dinas terkait, serta seluruh kontraktor yang terlibat dalam proyek tersebut.


Agenda utama pertemuan menitikberatkan pada keberlanjutan pembangunan Jembatan Pulau Laut yang akan menghubungkan daratan Kalimantan dengan Pulau Laut. Proyek ini juga termasuk dalam 10 program prioritas Gubernur Kalimantan Selatan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.


Dalam keterangannya, Bupati Kotabaru menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mengawal kebijakan strategis agar berjalan selaras antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten.


“Kami sangat mendukung akselerasi pembangunan ini, khususnya Jembatan Pulau Laut. Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menjadi urat nadi ekonomi dan akses vital bagi konektivitas wilayah,” ujarnya.


Ia menambahkan, keberadaan jembatan tersebut menjadi harapan besar masyarakat Kotabaru, terutama dalam mendorong sektor pariwisata dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Tingginya kunjungan wisatawan dari luar daerah menjadi potensi yang perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai.


Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru, Eka Safrudin, menyebut jembatan ini diharapkan mampu menjadi solusi permanen dalam membuka keterisolasian wilayah. Dengan akses yang lebih baik, distribusi barang dan jasa akan semakin lancar sehingga mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat.


“Melalui sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, program strategis ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kotabaru,” katanya.


Sementara itu, Fajar selaku tenaga ahli gubernur mengingatkan para kontraktor agar bekerja secara maksimal, mengingat pentingnya proyek dengan nilai investasi besar tersebut.


“Gubernur Kalimantan Selatan berpesan agar tidak ada kendala signifikan dalam pelaksanaan pembangunan ini. Targetnya, pada akhir 2028 jembatan sudah selesai dan dapat difungsikan,” ungkapnya.


Selain itu, pihak pelaksana proyek juga diminta rutin melaporkan progres pembangunan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta pemerintah daerah Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.


Sebagai informasi, pembangunan Jembatan Pulau Laut memiliki panjang sekitar 6,4 kilometer dan telah berjalan sejak 2024. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2028 dengan total anggaran mencapai sekitar Rp6,14 triliun yang bersumber dari APBN dan APBD.(Sal) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama