BANJARMASIN, penabanua.com – Founder YN’S Center, H. Yuni Abdi Nur Sulaiman atau akrab disapa Haji Iyun, menggelar silaturahmi dan syukuran atas kepulangan rombongan jemaah ziarah Walisongo, sekaligus tahlilan tujuh hari wafatnya Habib Muhammad Alex Al Hamid dari Brani, Probolinggo, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Graha YN’S Center, Jalan Perdagangan, Kompleks HKSN Permai Blok D, Kelurahan Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, itu dihadiri sejumlah habaib, alim ulama, keluarga besar YN’S Center, serta masyarakat.
Di antara tokoh agama yang hadir yakni Habib Fahmi Al Muchdor dari Probolinggo, KH. Muhammad Qomaruddin atau Guru Busu, dan KH. Muhammad As'aduddin atau Guru As'ad.
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus ungkapan rasa syukur atas kepulangan rombongan jemaah yang telah melaksanakan ziarah ke sejumlah makam Walisongo di Pulau Jawa pada 15–22 Oktober 2026.
Rangkaian acara diisi dengan ceramah agama, salat Magrib berjamaah, salat gaib, zikir, tahlil, dan doa bersama untuk almarhum Habib Muhammad Alex Al Hamid.
Dalam sambutannya, Haji Iyun menyampaikan rasa syukur karena seluruh jemaah dapat kembali ke Banua dalam keadaan selamat dan sehat. Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang sosok almarhum yang memiliki hubungan dekat dengannya sejak masih menimba ilmu di pondok pesantren.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersilaturahmi dengan keluarga besar YN’S Center, Kerukunan Keluarga Bakumpai, Golkar Kota Banjarmasin, para habaib dan alim ulama, serta masyarakat. Dalam kesempatan ini kita juga menyambut kedatangan jemaah Walisongo yang tadi malam kembali dengan selamat dan sehat semua,” ujar Haji Iyun.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga digelar untuk memperingati tujuh hari wafatnya Habib Muhammad Alex dari Probolinggo. Sebagai bentuk penghormatan dan doa, para jemaah melaksanakan salat gaib dan tahlilan bersama.
“Dan hari ini kita juga memperingati haul kakanda Habib Muhammad Alex dari Probolinggo, yang mana tujuh hari yang lalu beliau meninggal dunia. Kita tadi melaksanakan salat gaib dan tahlilan bersama,” tuturnya.
Kenang Habib Alex sebagai Guru, Kakak, dan Sahabat
Di balik kegiatan tersebut, tersimpan kenangan mendalam bagi Haji Iyun. Ia mengenang masa ketika menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Habib Muhammad Shoddiq bin Husein, yang berada di kawasan lereng Gunung Bromo, Desa Brani Kulon, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Sekitar 2001, Haji Iyun menjadi santri di pesantren tersebut dan mendapat pendidikan langsung dari Habib Shoddiq, ayahanda almarhum Habib Muhammad Alex.
Selama menempuh pendidikan, Haji Iyun mengaku banyak mendapat bimbingan dari Habib Alex. Baginya, almarhum bukan sekadar sosok yang mendampingi perjalanan belajarnya, melainkan juga guru, kakak, sekaligus sahabat yang tulus membimbingnya.
“Waktu itu sekitar tahun 2001 saya mondok di Pondok Pesantren Habib Husein dan langsung dididik oleh Abah Habib Shoddiq, yang merupakan orang tua almarhum Habib Muhammad Alex. Setelah saya belajar dengan Abah Habib Shoddiq, siangnya saya bersama Habib Muhammad Alex,” kenangnya.
Menurut Haji Iyun, ketulusan dan keikhlasan Habib Alex dalam membimbingnya menjadi kenangan yang tidak terlupakan hingga kini.
“Beliau luar biasa mendidik saya. Beliau itu seperti guru saya, kakak saya, dan juga sahabat saya. Beliau sangat ikhlas dan tulus membimbing saya waktu mondok dulu,” pungkasnya.
Bagi Haji Iyun, kegiatan tahlilan tersebut bukan hanya menjadi bentuk penghormatan dan doa bagi almarhum, tetapi juga momentum mengenang jasa serta ketulusan sosok yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.(Rilis)

إرسال تعليق